TUGAS
MICRO
TEACHING
“MENGENAL TEAM TEACHING”
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Pembelajaran adalah proses utama pendidikan.
Interaksi guru dan murid secara dialogist dan kritis adalah penentu efektivitas
program pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan innovasi pembelajaran dengan
berbagai pendekatan yang efektif untuk membangkitkan semangat semangat belajar
anak didik.
Team Teaching
menjadi salah satu terobosan baru dalam dunia pendidikan dimana guru dapat
berkolaborasi satu sama lain dalam proses pembelajaran. Satu pelajaran bisa
diampu oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang
memuaskan, baik bagi guru, peserta didik dan seolah secara umum.Team Teaching adalah terobosan efektif
untuk meningkatkan kualitas guru secara akseleratif.
Dibutuhkan keberanian dan kedewasaan para guru dalam
melaksanakan team teaching. Guru senior bisa berbagi tips
dan pengalaman dengan guru junior. Guru junior bisa menguji mental dan
kapasitas intelektualnya di hadapan guru senior. Proses pembelajaran
kolaboratif ini akan menghasilkan out put
yang berkualitas, variatif dan kaya karena mendapatkan ilmu dari berbagai
pengalaman dan keilmuan para guru.
Menurut Redja Mulyaharjo, meski mengajar pada
dasarnya merupakan suatu kegiatan perorangan dalam arti bahwa setiap guru harus
bertanggung jawab terhadap tugas-tugas profesionalitasnya, namun kerja tim
sangat penting terutama pada tingkat pendidikan menengah.
Legalitas team teaching sendiri sudah diatur oleh Permendiknas
No. 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Sekolah. Peraturan
tersebut untuk memenuhi kebutuhan mengajar guru sebagai syarat sertifikasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
yang dimaksud dengan team teaching
dan tujuan team teaching?
2. Apa
saja jenis-jenis team teaching dan
tahapan-tahapan dalam team teaching?
3. Model-
model apa saja yang ada dalam team
teaching dan manfaat team teaching?
4. Bagaimanakah
kelemahan-kelemahan team teaching dan
efektivitas team teaching bila
diterapkan dalam proses pembelajaran dan strategi pelaksanaannya?
C. TUJUAN
1. Dapat
mendiskripsikan pengertian team teaching
dan tujuan team teaching.
2. Dapat
menyebutkan jenis-jenis team teaching
dan mendiskripsikan tahapan-tahapan team
teaching.
3. Dapat
menyebutkan model-model team teaching dan
menjelaskan manfaat team teaching.
4. Dapat
mendiskripsikan kelemahan-kelemahan efektivitas team teaching bila diterapkan dalam proses pembelajaran dan
strategi pelaksanaannya.
D. MANFAAT
Adapun manfaat dari pembuatan makalah yaitu untuk
menambah wawasan mahasiswa mengenai metode
pembelajaran yang cocok untuk siswa dan melatih guru untuk berorganisasi
melalui pengajaran beregu (team teaching).
E. METODE PENULISAN
Metode penulisan yang dipakai untuk
menyelesaikan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kajian pustaka,
yaitu mencari berbagai informasi baik dari buku literatur, internet, maupun
sumber-sumber lainnya yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DAN TUJUAN TEAM TEACHING
Team teaching
merupakan aplikasi dari teori kerjasama dalam proses pembelajaran yaitu.suatu
metode penyajian materi pelajaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua
orang atau lebih pembimbing belajar/fasilitator kepada sekelompok pembelajar
dalam membantu pencapain suatu pembelajaran.
Berikut ini beberapa pengertian team teaching yang
dikemukakan oleh para ahli :
1. Yeni
Artiningsih (2008)
Team
teaching adalah strategi pembelajaran yang dilakukan oleh
lebih dari satu orang guru dengan pembagian peran dan tanggung jawab
masing-masing.
2. Martiningsih
(2007)
Team
teaching adalah suatu metode mengajar dengan jumlah guru
yang lebih dari satu orang dan tiap-tiap guru memiliki tugas masing-masing.
3. Ahmadi
dan Prasetya (2005)
Team
teaching adalah pengajaran yang dilaksanakan secara bersama
oleh beberapa orang.
4. Martadi
Team
teaching adalah pembelajaran satu mata pelajaran kepada
sekelompok murid dalam satu kelas oleh dua orang guru atau lebih, bersama,
bekerja sama, berkolaborasi antara guru dan murid dalam waktu pertemuan yang
sama.
Tujuan utama penerapan team teaching untuk meningkatkan kualitas hasil proses
pembelajaran. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, harus ada pengembangan
manajemen atau prosesnya.
B. JENIS-JENIS TEAM TEACHING
Dilihat dari segi variasi yang digunakan, team teaching dibagi 2 yaitu semi team teaching dan team teaching penuh. Variasi pelaksanaan kedua jenis team teaching
tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soewalni S.(2007). Berikut ini
penjelasan dari kedua variasi tersebut.
1. Semi
Team Teaching
Ada 3 variasi dalam semi team teaching, yaitu:
a. Sejumlah
guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda dengan perencanaan
materi dan metode yang sama.
b. Satu
mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian dengan pembagian
tugas. Materi dan evaluasi dilakukan oleh guru masing-masing.
c. Satu
mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain siswa secara
berkelompok.
2. Team Teaching
Penuh
Adapun variasi dalam team teaching penuh, yaitu:
a. Pelaksanaannya
dilakukan bersama.
Seorang guru sebagai
penyaji/menyampaikan informasi sedangkan guru lainnya membimbing diskusi
kelompok dan latihan individual.
b. Anggota
tim secara bergantian menyajikan materi.
Diskusi dan tanya jawab
dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim.
c. Seorang
guru (senior) menyajikan langkah-langkah dalam latihan, observasi, praktik,dan
informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok dipandu
oleh seorang guru/tutor di akhir pembelajaran, masing-masing kelompok
menyajikan laporan lisan/tertulis serta ditanggapi dan disimpulkan bersama.
C. TAHAPAN-TAHAPAN TEAM TEACHING
Ada 3 tahapan dalam team teaching yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap evaluasi.
Berikut penjelasan ketiga tahap tersebut :
1. Tahap
awal
Pada tahap ini ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan oleh guru yang tergabung dalam team teaching.
a. Perencanaan
Pembelajaran Disusun Bersama.
RPP disusun bersama
–sama agar semua guru yang tergabung dalam team
teaching memahami standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran
dan evaluasi yang akan digunakan.
b. Metode
Pembelajaran disusun bersama
Perencanaan metode
dilakukan bersama-sama agar setiap guru mengetahui alur dan proses pembelajaran
dan tidak kehilangan arah pembelajaran.
c. Partner
Team Teaching Memahami Materi dan Isi
Pembelajaran.
Guru sebagai partner
dalam team teaching bukan hanya harus
mengetahui tema dari materi yang akan disampaikan kepada siswa, namun juga
harus bersama-sama memahami isi materi isi materi pelajaran tersebut.
d. Pembagian
Peran dan Tanggung Jawab secara Jelas.
Pembagian peran dan
tanggung jawab masing-masing guru harus dibicarakan dengan jelas ketika
merencanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan agar ketika proses
pembelajaran berlangsung mereka tahu peran dan tugas masing-masing.
2. Tahap
Inti
a. Satu
guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh, sedangkan satu guru
lainnya sebagai pengawas dan pembantu tim.
b. Dua
orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran. Dalam hal ini
tugas sebagai pemateri dibagi dua dalam dua jam pelajaran yang ada.
3. Tahap
Evaluasi
Pada tahap evaluasi ada dua obyek
yang harus dievaluasi yaitu guru dan siswa. Berikut penjelasan dan cara
melakukan evaluasi terhadap guru dan siswa.
a. Evaluasi
Guru
Evaluasi guru dilakukan oleh
partner tim setelah jam pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan dengan cara
memberi kritikan-kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan proses
pembelajaran selanjutnya.
b. Evaluasi
Siswa
Evaluasi siswa mencakup pembuatan
soal evaluasi dan merencanakan metode evaluasi. Perencanaan metode evaluasi
siswa mencakup pembagian peran dan tanggung jawab setiap guru dalam team teaching dalam pelaksanaan evaluasi
serta pembagian pos-pos pengawasan.
D. MODEL-MODEL TEAM TEACHING
Ada beberapa model team teaching yang dapat dilakukan dalam satu jam pelajaran.
Team Teaching dengan model
tradisional adalah sebuah model dimana dua orang guru mengajar dalam satu
kelas. Mereka berbagi tanggung jawab yang sama dalam mengajar para siswa dan
secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran berlangsung.
Model-model lain yang lebih menantang dan signifikan
antara lain supported instruction,
parallel instruction, monitoring teacher, dan differentiated split class. Berikut
penjelasan masing-masing model tersebut.
1.
Supported
Instruction
Supported
instruction adalah bentuk team teaching dengan salah seorang guru menyampaikan materi
pelajaran sedangkan guru lainnya melakukan kegiatan tindak lanjut dari materi
yang telah disampaikan rekan satu timnya tersebut.
2.
Parallel
Instruction
Parallel
instruction adalah bentuk team teaching yang pelaksanaannya
dengan membagi siswa menjadi dua
kelompok. Sedangkan tiap-tiap guru bertanggung jawab untuk mengajar
masing-masing kelompok.
3.
Differentiated
Split Class
Differentiated
split class adalah team teaching yang dilaksanakan dengan cara membagi siswa ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat pencapaian
ya. Salah seorang guru melakukan pengajaran remedial kepada siswa yang tingkat
pencapaian kompetensi ya rendah/di bawah KKM, sedangkan guru lainnya melakukan pengajaran
kepada siswa yang telah mencapai KKM.
4.
Monitoring
Teacher
Model ini
dilakukan dengan cara salah seorang guru melakukan pembelajaran di kelas
sedangkan guru lainnya berkeliling untuk memonitor perilaku dan kemajuan siswa.
E. MANFAAT TEAM TEACHING
Team teaching
merupakan strategi pembelajaran yang berfungsi untuk mengorganisasikan guru.
Guru yang mempunyai kompetensi dan keahlian berbeda-beda, tergabung dalam satu team work untuk merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran pada jam dan rombongan belajar yang sama. Strategi
ini dapat memacu percepatan dan peningkatan mutu sebuah pembelajaran.
Model kerjasama yang saling menguntungkan anta guru
yang tergabung dalam team teaching,
yang seluruh anggota timnya berkonsentrasi untuk membuat siswa belajar secara
efektif, inovatif, kreatif, menantang dan menyenangkan, maka pekerjaan guru
secara individu akan semakin ringan.
F. KELEMAHAN TEAM TEACHING
Strategi team
teaching memiliki beberapa kelemahan yang muncul karena faktor anggota tim
sendiri.
Berikut
beberapa kelemahan strategi pembelajaran team
teaching.
1. Sebagian
guru resistant terhadap satu macam
metode pengajaran yaitu pengajaran single
teacher teaching.
2. Sebagian
guru tidak suka terhadap perilaku atau hal lain anggota timnya.
3. Sebagian
lainnya merasa bahwa mereka bekerja lebih banyak dan lebih keras namun gajinya
sama dengan anggota tim lainnya yang notabene kinerjanya lebih buruk.
4. Ada
para guru yang tidak mau berbagi ilmu kepada kepada sesama anggota tim karena
mereka merasa bahwa mendapatkan ilmu itu sangat susah.
5. Team teaching
memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak dibanding dengan mengajar secara
individu.
G. EFEKTIVITAS TEAM TEACHING
Pelaksanaan team
teaching akan efektif jika sesuai dengan konsep yang ada. Anak didik akan
mendapatkan materi yang lengkap dan setiap guru dalam proses pembelajaran
memberikan materi pelajaran sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Para guru harus melaksanakan tugas mengajar secara
maksimal dan sistematis sebagaimana tugas dan kewajiban mereka yang lain. Setiap
guru harus saling mendukung dan mengisi celah-celah yang memungkinkan
terjadinya black hole dalam proses
belajar. Black hole yang tercipta
akibat sikap dan kompetensi guru yang tidak sesuai dengan pola pembelajaran,
akan membuat proses belajar menjadi terputus.
H. STRATEGI PELAKSANAAN TEAM TEACHING
Cara-cara
mudah dalam pelaksanaan team teaching
:
1.
Rencanakan bersama
Tim pengajar membuat
perencanaan bersama yang dijadikan menjadi pedoman utama. Guru yang menyajikan
bahan pelajaran dengan metode mengajar team teaching harus menyajikan bahan
pengajaran yang sama, serta dalam waktu dan tujuan yang sama pula.
2.
Laksanakan Bersama
Semua tim harus berada
di kelas dengan posisi dan tugas yang telah diatur dalam perencanaan. Guru juga
harus mengukur tingkat pemahaman siswa saat pelaksanaan.
3.
Evaluasi Bersama
Setelah pembelajaran
usai, tim perlu melakukan evaluasi bersama dan melakukan diskusi untuk mencari
solusi terhadap permasalahan yang ditemukan.
Strategi team teaching bisa terlaksana dengan
baik kalau guru atau team memiliki beberapa hal berikut:
1.
Memiliki kemauan dan komitmen dalam team
teaching, bukan terpaksa.
2.
Menyadari keterbatasan (pengetahuan,
waktu, komunikasi) pada diri masing-masing.
3.
Mau memberikan kepercayaan kepada orang
lain dan memegang kepercayaan orang lain.
4.
Mau bekerja sama dalam satu tim.
5.
Memiliki pribadi yang sehat, terbuka,
tidak emosional dan tidak putus asa.
6.
Mampu berkomunikasi secara efektif.
7.
Mampu mengembangkan bidang keahlian atau
bidang yang diampu.
Pelaksanaan team teaching dapat dilakukan melalui
beberapa pola. Berikut pola-pola dalam penerapan team teaching
1.
Beberapa guru mengajarkan mata pelajaran
yang sama di kelas yang berbeda-beda. Dalam proses perencanaan, materi, bahan
ajar atau hand out dapat disusun
secara bersama-sama, walaupun penyajian dan evaluasinya dilakukan secara
sendiri-sendiri.
2.
Setiap guru melakukan perencanaan,
menentukan materi, dan penyajian masing-masing. Tetapi, pada tahap evaluasi
dilaksanakan secara bersama-sama.
3.
Satu mata pelajaran dapat ditangani oleh
lebih dari seorang guru, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaiannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran, seorang guru bertindak sebagai
penyaji atau menyampaikan informasi, sedangkan guru yang lain membantu
menyiapkan media pembelajaran atau membimbing latihan individual.
Langkah-langkah strategis pelaksanaan team teaching :
1.
Menyusun perencanaan pembelajaran
bersama.
2.
Menyusun metode pembelajaran secara
bersama.
3.
Membedah dan mendiskusikan materi
pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa.
4.
Membagi peran dan tanggung jawab pada
tiap-tiap anggota tim.
5.
Apabila pelaksanaan pembelajaran
selesai, semua anggota tim duduk bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan
pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Team
Teaching merupakan suatu strategi pembelajaran yang
dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian tugas secara jelas. Tujuan
utama penerapan team teaching untuk
meningkatkan kualitas hasil proses pembelajaran
2.
Strategi team teaching ada dua dilihat
dari jenisnya, yaitu semi Team Teaching
dan Team Teaching penuh.
3.
Strategi Team Teaching dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi
dilakukan secara bersama oleh guru Team Teaching.
4.
Model-model dalam Team Teaching selain model pengajaran konvensional antara lain supported instruction, parallel
instruction, monitoring teacher, dan differentiated split class. Model-model
tersebut sesuai dengan prinsip kerjasama.
5.
Manfaat Team Teaching untuk melatih guru berorganisasi sehingga dapat memacu percepatan
dan peningkatan mutu sebuah pembelajaran.
6.
Beberapa kelemahan strategi pembelajaran team teaching yaitu Sebagian guru resistant terhadap satu macam metode
pengajaran, sebagian guru tidak suka terhadap perilaku anggota timnya, sebagian
guru ada yang merasa tidak adil soal gaji yang diperoleh, ada para guru yang
tidak mau berbagi ilmu kepada kepada anggota tim dan Team teaching memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak
dibanding dengan mengajar secara individu.
7.
Efektivitas Team
teaching bergantung pada kesesuaian dengan konsep yang ada dan para guru
harus melaksanakan tugas mengajar secara maksimal dan sistematis sebagaimana
tugas dan kewajiban mereka yang lain.
8.
Strategi team
teaching bisa terlaksana dengan baik kalau guru atau team memiliki kemauan
dan komitmen, menyadari keterbatasan, mau memberikan kepercayaan kepada orang
lain, mau bekerja sama, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu
mengembangkan bidang keahlian atau bidang yang diampu.
B.
SARAN
Saran
yang dapat disampaikan penulis yaitu bagi pihak sekolah harus lebih kreatif
dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar
mengajar agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan memperoleh hasil
yang memuaskan. Bagi sekolah-sekolah yang sudah menggunakan strategi Team Teaching dalam proses pembelajaran,
hendaknya pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan agar tidak terjadi
penyimpangan.
DAFTAR PUSTAKA
Asmani,
Jamal Ma’mur. 2010. Pengenalan dan
Pelaksanaan Lengkap Micro Teaching dan Team Teaching. Jogjakarta: Diva
Press
Widodo.2012. “Team Teaching”(online) http://widodoatthubani.staff.umy.ac.id/2012/04/27/team-teaching/ (diunduh tanggal 16 Maret 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar