Kamis, 10 April 2014

MAKALAH MENGENAL TEAM TEACING



TUGAS
MICRO TEACHING
MENGENAL TEAM TEACHING



BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG
Pembelajaran adalah proses utama pendidikan. Interaksi guru dan murid secara dialogist dan kritis adalah penentu efektivitas program pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan innovasi pembelajaran dengan berbagai pendekatan yang efektif untuk membangkitkan semangat semangat belajar anak didik.
Team Teaching menjadi salah satu terobosan baru dalam dunia pendidikan dimana guru dapat berkolaborasi satu sama lain dalam proses pembelajaran. Satu pelajaran bisa diampu oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang memuaskan, baik bagi guru, peserta didik dan seolah secara umum.Team Teaching adalah terobosan efektif untuk meningkatkan kualitas guru secara akseleratif.
Dibutuhkan keberanian dan kedewasaan para guru dalam melaksanakan team teaching. Guru senior bisa berbagi tips dan pengalaman dengan guru junior. Guru junior bisa menguji mental dan kapasitas intelektualnya di hadapan guru senior. Proses pembelajaran kolaboratif ini akan menghasilkan out put yang berkualitas, variatif dan kaya karena mendapatkan ilmu dari berbagai pengalaman dan keilmuan para guru.
Menurut Redja Mulyaharjo, meski mengajar pada dasarnya merupakan suatu kegiatan perorangan dalam arti bahwa setiap guru harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas profesionalitasnya, namun kerja tim sangat penting terutama pada tingkat pendidikan menengah.
Legalitas team teaching sendiri sudah diatur oleh Permendiknas No. 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Sekolah. Peraturan tersebut untuk memenuhi kebutuhan mengajar guru sebagai syarat sertifikasi.

B.        RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan team teaching dan tujuan team teaching?
2.      Apa saja jenis-jenis team teaching dan tahapan-tahapan dalam team teaching?
3.      Model- model apa saja yang ada dalam team teaching dan manfaat team teaching?
4.      Bagaimanakah kelemahan-kelemahan team teaching dan efektivitas team teaching bila diterapkan dalam proses pembelajaran dan strategi pelaksanaannya?

C.        TUJUAN
1.      Dapat mendiskripsikan pengertian team teaching dan tujuan team teaching.
2.      Dapat menyebutkan jenis-jenis team teaching dan mendiskripsikan tahapan-tahapan team teaching.
3.      Dapat menyebutkan model-model team teaching dan menjelaskan manfaat team teaching.
4.      Dapat mendiskripsikan kelemahan-kelemahan efektivitas team teaching bila diterapkan dalam proses pembelajaran dan strategi pelaksanaannya.

D.        MANFAAT
Adapun manfaat dari pembuatan makalah yaitu untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai metode pembelajaran yang cocok untuk siswa dan melatih guru untuk berorganisasi melalui pengajaran beregu (team teaching).

E.        METODE PENULISAN
Metode penulisan yang dipakai untuk menyelesaikan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kajian pustaka, yaitu mencari berbagai informasi baik dari buku literatur, internet, maupun sumber-sumber lainnya yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A.        PENGERTIAN DAN TUJUAN TEAM TEACHING
Team teaching merupakan aplikasi dari teori kerjasama dalam proses pembelajaran yaitu.suatu metode penyajian materi pelajaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih pembimbing belajar/fasilitator kepada sekelompok pembelajar dalam membantu pencapain suatu pembelajaran.
Berikut ini beberapa pengertian team teaching yang dikemukakan oleh para ahli :
1.      Yeni Artiningsih (2008)
Team teaching adalah strategi pembelajaran yang dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing.
2.      Martiningsih (2007)
Team teaching adalah suatu metode mengajar dengan jumlah guru yang lebih dari satu orang dan tiap-tiap guru memiliki tugas masing-masing.
3.      Ahmadi dan Prasetya (2005)
Team teaching adalah pengajaran yang dilaksanakan secara bersama oleh beberapa orang.
4.      Martadi
Team teaching adalah pembelajaran satu mata pelajaran kepada sekelompok murid dalam satu kelas oleh dua orang guru atau lebih, bersama, bekerja sama, berkolaborasi antara guru dan murid dalam waktu pertemuan yang sama.

Tujuan utama penerapan team teaching untuk meningkatkan kualitas hasil proses pembelajaran. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, harus ada pengembangan manajemen atau prosesnya.



B.        JENIS-JENIS TEAM TEACHING
Dilihat dari segi variasi yang digunakan, team teaching dibagi 2 yaitu semi team teaching dan team teaching penuh. Variasi pelaksanaan kedua jenis team teaching tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soewalni S.(2007). Berikut ini penjelasan dari kedua variasi tersebut.
1.      Semi Team Teaching
Ada 3 variasi dalam semi team teaching, yaitu:
a.       Sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda dengan perencanaan materi dan metode yang sama.
b.      Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian dengan pembagian tugas. Materi dan evaluasi dilakukan oleh guru masing-masing.
c.       Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain siswa secara berkelompok.
2.      Team Teaching Penuh
Adapun variasi dalam team teaching penuh, yaitu:
a.       Pelaksanaannya dilakukan bersama.
Seorang guru sebagai penyaji/menyampaikan informasi sedangkan guru lainnya membimbing diskusi kelompok dan latihan individual.
b.      Anggota tim secara bergantian menyajikan materi.
Diskusi dan tanya jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim.
c.       Seorang guru (senior) menyajikan langkah-langkah dalam latihan, observasi, praktik,dan informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok dipandu oleh seorang guru/tutor di akhir pembelajaran, masing-masing kelompok menyajikan laporan lisan/tertulis serta ditanggapi dan disimpulkan bersama.

C.        TAHAPAN-TAHAPAN TEAM TEACHING
Ada 3 tahapan dalam team teaching yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap evaluasi. Berikut penjelasan ketiga tahap tersebut :
1.      Tahap awal
Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru yang tergabung dalam team teaching.
a.       Perencanaan Pembelajaran Disusun Bersama.
RPP disusun bersama –sama agar semua guru yang tergabung dalam team teaching memahami standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran dan evaluasi yang akan digunakan.
b.      Metode Pembelajaran disusun bersama
Perencanaan metode dilakukan bersama-sama agar setiap guru mengetahui alur dan proses pembelajaran dan tidak kehilangan arah pembelajaran.
c.       Partner Team Teaching Memahami Materi dan Isi Pembelajaran.
Guru sebagai partner dalam team teaching bukan hanya harus mengetahui tema dari materi yang akan disampaikan kepada siswa, namun juga harus bersama-sama memahami isi materi isi materi pelajaran tersebut.
d.      Pembagian Peran dan Tanggung Jawab secara Jelas.
Pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing guru harus dibicarakan dengan jelas ketika merencanakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan agar ketika proses pembelajaran berlangsung mereka tahu peran dan tugas masing-masing.
2.      Tahap Inti
a.       Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh, sedangkan satu guru lainnya sebagai pengawas dan pembantu tim.
b.      Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran. Dalam hal ini tugas sebagai pemateri dibagi dua dalam dua jam pelajaran yang ada.
3.      Tahap Evaluasi
Pada tahap evaluasi ada dua obyek yang harus dievaluasi yaitu guru dan siswa. Berikut penjelasan dan cara melakukan evaluasi terhadap guru dan siswa.
a.       Evaluasi Guru
Evaluasi guru dilakukan oleh partner tim setelah jam pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan dengan cara memberi kritikan-kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya.
b.      Evaluasi Siswa
Evaluasi siswa mencakup pembuatan soal evaluasi dan merencanakan metode evaluasi. Perencanaan metode evaluasi siswa mencakup pembagian peran dan tanggung jawab setiap guru dalam team teaching dalam pelaksanaan evaluasi serta pembagian pos-pos pengawasan.

D.        MODEL-MODEL TEAM TEACHING
Ada beberapa model team teaching  yang dapat dilakukan dalam satu jam pelajaran. Team Teaching dengan model tradisional adalah sebuah model dimana dua orang guru mengajar dalam satu kelas. Mereka berbagi tanggung jawab yang sama dalam mengajar para siswa dan secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran berlangsung.
Model-model lain yang lebih menantang dan signifikan antara lain supported instruction, parallel instruction, monitoring teacher, dan differentiated split class. Berikut penjelasan masing-masing model tersebut.
1.      Supported Instruction
Supported instruction adalah bentuk team teaching dengan salah seorang guru menyampaikan materi pelajaran sedangkan guru lainnya melakukan kegiatan tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan rekan satu timnya tersebut.
2.      Parallel Instruction
Parallel instruction adalah bentuk team teaching yang pelaksanaannya dengan membagi  siswa menjadi dua kelompok. Sedangkan tiap-tiap guru bertanggung jawab untuk mengajar masing-masing kelompok.
3.      Differentiated Split Class
Differentiated split class adalah team teaching yang dilaksanakan dengan cara membagi siswa  ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat pencapaian ya. Salah seorang guru melakukan pengajaran remedial kepada siswa yang tingkat pencapaian kompetensi ya rendah/di bawah KKM, sedangkan guru lainnya melakukan pengajaran kepada siswa yang telah mencapai KKM.
4.      Monitoring Teacher
Model ini dilakukan dengan cara salah seorang guru melakukan pembelajaran di kelas sedangkan guru lainnya berkeliling untuk memonitor perilaku dan kemajuan siswa.

E.        MANFAAT TEAM TEACHING
Team teaching merupakan strategi pembelajaran yang berfungsi untuk mengorganisasikan guru. Guru yang mempunyai kompetensi dan keahlian berbeda-beda, tergabung dalam satu team work untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran pada jam dan rombongan belajar yang sama. Strategi ini dapat memacu percepatan dan peningkatan mutu sebuah pembelajaran.
Model kerjasama yang saling menguntungkan anta guru yang tergabung dalam team teaching, yang seluruh anggota timnya berkonsentrasi untuk membuat siswa belajar secara efektif, inovatif, kreatif, menantang dan menyenangkan, maka pekerjaan guru secara individu akan semakin ringan.

F.         KELEMAHAN TEAM TEACHING
Strategi team teaching memiliki beberapa kelemahan yang muncul karena faktor anggota tim sendiri.
Berikut beberapa kelemahan strategi pembelajaran team teaching.
1.      Sebagian guru resistant terhadap satu macam metode pengajaran yaitu pengajaran single teacher teaching.
2.      Sebagian guru tidak suka terhadap perilaku atau hal lain anggota timnya.
3.      Sebagian lainnya merasa bahwa mereka bekerja lebih banyak dan lebih keras namun gajinya sama dengan anggota tim lainnya yang notabene kinerjanya lebih buruk.
4.      Ada para guru yang tidak mau berbagi ilmu kepada kepada sesama anggota tim karena mereka merasa bahwa mendapatkan ilmu itu sangat susah.
5.      Team teaching memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak dibanding dengan mengajar secara individu.

G.        EFEKTIVITAS TEAM TEACHING
Pelaksanaan team teaching akan efektif jika sesuai dengan konsep yang ada. Anak didik akan mendapatkan materi yang lengkap dan setiap guru dalam proses pembelajaran memberikan materi pelajaran sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Para guru harus melaksanakan tugas mengajar secara maksimal dan sistematis sebagaimana tugas dan kewajiban mereka yang lain. Setiap guru harus saling mendukung dan mengisi celah-celah yang memungkinkan terjadinya black hole dalam proses belajar. Black hole yang tercipta akibat sikap dan kompetensi guru yang tidak sesuai dengan pola pembelajaran, akan membuat proses belajar menjadi terputus.

H.        STRATEGI PELAKSANAAN TEAM TEACHING
                        Cara-cara mudah dalam pelaksanaan team teaching :
1.      Rencanakan bersama
Tim pengajar membuat perencanaan bersama yang dijadikan menjadi pedoman utama. Guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode mengajar team teaching harus menyajikan bahan pengajaran yang sama, serta dalam waktu dan tujuan yang sama pula.
2.      Laksanakan Bersama
Semua tim harus berada di kelas dengan posisi dan tugas yang telah diatur dalam perencanaan. Guru juga harus mengukur tingkat pemahaman siswa saat pelaksanaan.
3.      Evaluasi Bersama
Setelah pembelajaran usai, tim perlu melakukan evaluasi bersama dan melakukan diskusi untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ditemukan.
                        Strategi team teaching bisa terlaksana dengan baik kalau guru atau team memiliki beberapa hal berikut:
1.      Memiliki kemauan dan komitmen dalam team teaching, bukan terpaksa.
2.      Menyadari keterbatasan (pengetahuan, waktu, komunikasi) pada diri masing-masing.
3.      Mau memberikan kepercayaan kepada orang lain dan memegang kepercayaan orang lain.
4.      Mau bekerja sama dalam satu tim.
5.      Memiliki pribadi yang sehat, terbuka, tidak emosional dan tidak putus asa.
6.      Mampu berkomunikasi secara efektif.
7.      Mampu mengembangkan bidang keahlian atau bidang yang diampu.

                        Pelaksanaan team teaching dapat dilakukan melalui beberapa pola. Berikut pola-pola dalam penerapan team teaching
1.      Beberapa guru mengajarkan mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda-beda. Dalam proses perencanaan, materi, bahan ajar atau hand out dapat disusun secara bersama-sama, walaupun penyajian dan evaluasinya dilakukan secara sendiri-sendiri.
2.      Setiap guru melakukan perencanaan, menentukan materi, dan penyajian masing-masing. Tetapi, pada tahap evaluasi dilaksanakan secara bersama-sama.
3.      Satu mata pelajaran dapat ditangani oleh lebih dari seorang guru, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan penilaiannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran, seorang guru bertindak sebagai penyaji atau menyampaikan informasi, sedangkan guru yang lain membantu menyiapkan media pembelajaran atau membimbing latihan individual.

            Langkah-langkah strategis pelaksanaan team teaching :
1.      Menyusun perencanaan pembelajaran bersama.
2.      Menyusun metode pembelajaran secara bersama.
3.      Membedah dan mendiskusikan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa.
4.      Membagi peran dan tanggung jawab pada tiap-tiap anggota tim.
5.      Apabila pelaksanaan pembelajaran selesai, semua anggota tim duduk bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran.

BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
1.      Team Teaching merupakan suatu strategi pembelajaran yang dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian tugas secara jelas. Tujuan utama penerapan team teaching untuk meningkatkan kualitas hasil proses pembelajaran
2.      Strategi team teaching ada dua dilihat dari jenisnya, yaitu semi Team Teaching dan Team Teaching penuh.
3.      Strategi Team Teaching dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi dilakukan secara bersama oleh guru Team Teaching.
4.      Model-model dalam Team Teaching selain model pengajaran konvensional antara lain supported instruction, parallel instruction, monitoring teacher, dan differentiated split class. Model-model tersebut sesuai dengan prinsip kerjasama.
5.      Manfaat Team Teaching untuk melatih guru berorganisasi sehingga dapat memacu percepatan dan peningkatan mutu sebuah pembelajaran.
6.      Beberapa kelemahan strategi pembelajaran team teaching yaitu Sebagian guru resistant terhadap satu macam metode pengajaran, sebagian guru tidak suka terhadap perilaku anggota timnya, sebagian guru ada yang merasa tidak adil soal gaji yang diperoleh, ada para guru yang tidak mau berbagi ilmu kepada kepada anggota tim dan Team teaching memerlukan energi dan pemikiran lebih banyak dibanding dengan mengajar secara individu.
7.      Efektivitas Team teaching bergantung pada kesesuaian dengan konsep yang ada dan para guru harus melaksanakan tugas mengajar secara maksimal dan sistematis sebagaimana tugas dan kewajiban mereka yang lain.
8.      Strategi team teaching bisa terlaksana dengan baik kalau guru atau team memiliki kemauan dan komitmen, menyadari keterbatasan, mau memberikan kepercayaan kepada orang lain, mau bekerja sama, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan bidang keahlian atau bidang yang diampu.


B.   SARAN
Saran yang dapat disampaikan penulis yaitu bagi pihak sekolah harus lebih kreatif dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan. Bagi sekolah-sekolah yang sudah menggunakan strategi Team Teaching dalam proses pembelajaran, hendaknya pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan agar tidak terjadi penyimpangan.

DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Ma’mur. 2010. Pengenalan dan Pelaksanaan Lengkap Micro Teaching dan Team Teaching. Jogjakarta: Diva Press
Widodo.2012. “Team Teaching”(online) http://widodoatthubani.staff.umy.ac.id/2012/04/27/team-teaching/ (diunduh tanggal 16 Maret 2014)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar