Jumat, 04 April 2014

makalah “MENUJU PENDIDIKAN YANG MEMILIKI KEUNGGULAN GLOBAL”







“MENUJU PENDIDIKAN YANG MEMILIKI KEUNGGULAN GLOBAL”
  




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensipotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang undang No. 20 Tahun 2003: 3).
Menurut Redja Mulyahardjo (dalam Sulistiawan, 2008: 18) pengertian pendidikan dapat dibagi menjadi tiga, yakni secara sempit, luas dan alternatif. Definisi pendidikan secara luas adalah mengartikan pendidikan sebagai hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long life education). Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Secara simplistik pendidikan didefinisikan sebagai sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan atau diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubunganhubungan dan tugas sosial mereka.
Dalam konteks sekolah sebagai lembaga yang melaksanakan transformasi nila –inilai budaya masyarakat, terdapat tiga pandangan untuk menyoal hubungan antara sekolah dengan masyarakat, yakni perenialisme, esensialisme dan progresivisme. Pandangan perenialisme, sekolah bertugas untuk mentransformasikan seluruh nila-inilai yang ada dalam masyarakat kepada setiap peserta didik, agar peserta didik tidak kehilangan jati diri dan konteks sosialnya. Esensialisme melihat tugas sekolah adalah menyeleksi nilai-nilai sosial yang pantas dan berguna untuk ditransformasikan  pada peserta didik sebagai persiapan bagi perannya di masa depan. Peran sekolah yang lebih maju ada pada progresivisme yang menempatkan sekolah sebagai agen perubahan (agent of change) yang tugasnya adalah mengenalkan nila-inilai baru kepada peserta didik yang akan mengantarkan peran mereka di masa depan.
Menurut Hoy dan Kottnap (dalam Harmanto, 2008 : 7) terdapat sejumlah nilai budaya yang dapat ditransformasikan sekolah kepada diri setiap peserta didik agar mereka dapat berperan secara aktif dalam era global yang bercirikan persaingan yang sangat ketat (high competitiveness), yakni: (1) nilai produktif, (2) nilai berorientasi pada keunggulan (par excellence), dan (3) kejujuran. Nilai yang berorientasi pada keunggulan adalah identik dengan motivasi berprestasi seseorang.
 Pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar penting yang diharapkan dapat membawa perubahan suatu bangsa. Dunia pendidikan tinggi tidak hanya dapat menjadi sarana bagi peningkatan sumber daya manusia, tetapi proses pembelajaran di kampus juga diharapkan menjadi wahana yang sangat penting untuk merubah pola pikir masyarakat sipil yang demokratis.
Memasuki era globalisasi dengan pasar terbuka, persaingan global, perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala bidang, kebutuhab akan nilai-nilai global serta standar internasional menjadi kebutuhan dari setiap anggota komunitas global. 
Tujuan Pendidikan Global Bagi Pendidik (Hoopes, 1997)
1)      Memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan (relatisme budaya)
2)      Memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman global.
3)      Memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai warga negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan.
Burbules dan tores (200) mengemukakan adanya ancaman globalisasi terhadap sistem pendidikan. Ancaman tersebut di antaranya adalah komersialisai pendidikan, delokalisasi dan perubahan orientasi teknologi dalam bidang pendidikan.

1.2  Rumusan masalah
1.      Bagaimana memberdayakan pendidikan yang memiliki keunggulan ?
2.      Apa saja kebijakan strategis yang di lakukan untuk mengembangkan pendidikan ?
3.      Bagaimana mengembangkan mutu madrasah ?
1.3  Tujuan
1.      Dapat menjelaskan pemberdayakan pendidikan yang memiliki keunggulan ?
2.      Dapat menyebutkan kebijakan strategis yang di lakukan untuk mengembangkan pendidikan ?
3.      Dapat menyebutkan mengembangkan mutu madrasa ?


1.4  Manfaat
1.      Manfaat penulisan makalah ini bagi guru untuk menambah wawasan tentang proses perubahan pendidikan yang memiliki keunggulan global yang sangat meluas.
2.      Manfaat penulisan makalah ini bagi siswa agar dapat mengetahui pendidikan yang global.

1.5  METODE PENULISAN
Metode penulisan yang dipakai untuk menyelesaikan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kajian pustaka, yaitu mencari berbagai informasi baik dari buku literatur, internet, maupun sumber-sumber lainnya yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.




                                               
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PENDIDIKAN UNTUK PEMBERDAYAAN
Pendidikan merupakan proses perubahan menuju kedewasaan, kecerdasan dan kematangan diri. Kedewasaan dalam hal perkembangan fisik, cerdas dalam hal jiwa dan matang dalam berpilaku.
Menurut suparlan suharto (2006:80) melalui pendidikan diharapkan pemberdayaan, kematangan, kemandirian, serta mutu bangsa secara menyeluruh dapat terwujud.
Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang bersifat fungsional bagi setiap manusia, dan memiliki kedudukan strategi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut E. Mulyasa, ada 3 syarat utama yang harus diperhatikan dalam mengembangkan pendidikan agar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia. Ketiga syarat tersebut antara lain tersedianya sarana gedung, buku yang berkualitas, dan tenaga pendidik yang profesional.
Micro teaching dan team teaching mempunyai tujuan agung dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru. Micro teaching menjadi wahana yang efektif dan demonstratif bagi aktualisasi kompetensi guru dalam aspek pedagogies, sosial, kepribadian, dan profesional. Sedangkan team teaching berguna dalam mempercepat akselerasi pencerahan intelektualitas, kapabilitas, emosionalitas, dan spiritualitas. Team teaching akan menjadikan seseorang piawai dalam manajemen dan kepemimpinan dengan pendekatan humanis, psikologis, dan sosialis.
Dengan adanya micro teaching dan team teaching, diharapkan kualitas guru akan terdongkrak, serta pendidikan di Indonesia bisa melangit dan melampaui pendidikan di negara-negara lain. Keunggulan yang ingin digapai oleh bangsa indonesia lewat pendidikan tidak hanya keunggulan regional, tapi juga keunggulan global. Guru menjadi figur dinamisator dan motivator dalam menggerakkan kemajuan secara terus menerus kepada anak didik agar mencapai level dunia. Maka, mutu menjadi indikator utama kebangkitan dunia pendidikan.
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mengacu kepada masukan, proses, luaran, dan dampaknya.
a)      Mutu masukan dilihat dari beberapa sisi :
1.      Kondisi baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru, laboran, staf tata usaha, dan siswa.
2.      Memenuhi atau tidaknya kriteria masukan material berupa alat peraga, buku-buku kurikulum, prasarana, sarana sekolah, dan lain-lain.
3.      Memenuhi atau idaknya kriteria masukan yang berupa perangkat lunak, seperti: peraturan, stuktur organisasi, deskripsi kerja, dan stuktur organisasi.
4.      Mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti : visi, motivasi, ketekunan dan cita-cita.
b)      Mutu proses pembelajran mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya manusia mentrasformasikan multi jenis masukan dan situasi untuk dicapai derajat nillai tambah tertentu baginpeserta didik. Hal –hal yang termasuk dalam kerangka mutu adalah : derajat kesehatan, keamanan, disiplin dan lain-lain.
c)      Mutu luaran dapat dilihat dari nilai-nilai hidup yang dianut, moralitas, dorongan untuk maju dan lain-lain.
d)      Mutu sebuah sekolah juga dapat dilihat dari tertib administrasinya. Salah satu bentuk administrasi adalah adanya mekanisme kerja yang efektif dan efisien, baik secara vertikal maupun herisontal.

Micro teaching dan team teaching diharapkan menjadi motor penggerak keunggulan global bagi dunia pendidikan. Profesionalitas guru yang menjadi tujuan micro taching dan team teaching diharapkan menjadi kenyataan.
Menurut Tosiko Kinosita, sebagaimana dikutip oleh Nurkolis, sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya adalah karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting.
Tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang, yaitu:
1.      Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi, dan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi.
2.      Investasi pendidikan memberikan nilai balik(rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain.
3.      Investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi antara lain fungsi sosial kemanusiaan, politis, budaya, dan kependidikan.
a.       Fungsi sosial kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.
b.      Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkat sosial yang berbeda.
c.       Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkeembangan budaya pada tingkat sosial yang berbeda.
d.      Fungsi kependidikan  merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda.


2.2 Kebijakan Yang Strategis
Ada 4 kebijakan strategis yang bisa dilakukan sehubungan dengan pengembangan pendidikan, yaitu:
1.      Perlunya dilakukan semacam “ujian nasional” bagi semua guru, mulai dari tingkat SD sampai SMA.
2.      Perlunya kebijakan tentang penyebaran guru-guru yang berkualitas.
3.      Sebagai investasi jangka panjang, perlu dilakukan strategi untuk mencari bibit unggul dalam profesi keguruan.
4.      Pemerintah juga perlu melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga keguruan di tanah air, terutama dari segi rekruitmen mahasiswanya.

2.3 Lima Daya Dongkrak Mutu Madrasah
Salah satu model lembaga pendidikan dinegeri ini adalah madrasah yang identik dengan sekolah agama. Menurut M. Nurul Hajar, madrasah yang maju berbeda dengan madrasah yang kurang maju. Perbedaan tersebut merupakan aspek manejemen sumber daya guru, pemanfaatan guru dan internet, budaya kerja tim(team work), dan pemanfaatan alat bantu pembelajaran. Lima hal tersebut merupakan daya dongkrak kualitas dan mutu pendidikan madrasah.
Adapun lima hal yang  dapat di terapkan disekolah non madrasah.
1.      Manejemen berbasis visi
Madrasah yang maju, mempunyai visi dan misi yang jelas bagi pimpinan, staf kantor, dewan guru, komite madrasah, serta siswa.
2.      SDM  guru
Perbedaan madrasah maju dan madrasah tidak maju dapat dilihat dari aspek kualifikasi guru.
3.      Fasilitas komputer dan internet
Salah satu daya dongkrak mutu lembaga pendidikan madrasah adalah pemanfaatan komputer dan internet, yang sekaligus menjadi pembeda antara madrasah yang maju dengan yang tidak.
4.      Team work
Budaya team work adalah jawaban untuk menyelesaikan tugas berat pendidikan.
5.      Alat bantu pembelajaran
Beberapa sarana dan prasarana yang bisa digunakan sebagai alat bantu pembelajaran antara lain buku, alat peraga, model, perpustakaan, dan laboratorium.


BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN

Pendidikan merupakan proses perubahan menuju kedewasaan, kecerdasan dan kematangan diri. Kedewasaan dalam hal perkembangan fisik, cerdas dalam hal jiwa dan matang dalam berpilaku.
Pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar penting yang diharapkan dapat membawa perubahan suatu bangsa. Dunia pendidikan tinggi tidak hanya dapat menjadi sarana bagi peningkatan sumber daya manusia, tetapi proses pembelajaran di kampus.
Keunggulan yang ingin digapai oleh bangsa indonesia lewat pendidikan tidak hanya keunggulan regional, tapi juga keunggulan global. Hal utama adalah guru yang menjadi tombak untuk merealisasikan cita-cita bangsa indonesi dan guru menjadi figur dinamisator dan motivatot dalam menggerakan kemajuan secara terus, menerus kepada anak didik agar mencapai level dunia. Jadi, yang berperan penting untuk majuan pendidikan yang global adalah guru.

3.2  SARAN
Setelah membaca makalah ini diharapkan pendidikan di indonesia menjadi pendidikan yang mempunyai kengunggulan global bukan hanya unggul dalam pendidikan nasional tetapi keunggulan pendidikan internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Argo Dwi Bambang. Melalui pendidikan menjawab tantangan persaingan global.pdf. (di unduh pada tangal 13 maret 2014)
Asmani, Jamal Makmur. 2010. Pengenalan dan pelaksanaan lengkap micro teacing dan team teacing. Jogyakarta : Diva press
Ratri, Yosita safitri. Prespektif global. Pdf . (di unduh pada tangal 13 maret 2014)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar