“MENUJU
PENDIDIKAN YANG MEMILIKI KEUNGGULAN GLOBAL”
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensipotensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
(Undang undang No. 20 Tahun 2003: 3).
Menurut Redja Mulyahardjo (dalam
Sulistiawan, 2008: 18) pengertian pendidikan dapat dibagi menjadi tiga, yakni
secara sempit, luas dan alternatif. Definisi pendidikan secara luas adalah
mengartikan pendidikan sebagai hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman
belajar yang berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long life
education). Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi
pertumbuhan individu. Secara simplistik pendidikan didefinisikan sebagai
sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan atau diselenggarakan di sekolah
sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang
diupayakan terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai
kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubunganhubungan dan tugas
sosial mereka.
Dalam konteks sekolah sebagai lembaga
yang melaksanakan transformasi nila –inilai budaya masyarakat, terdapat tiga
pandangan untuk menyoal hubungan antara sekolah dengan masyarakat, yakni perenialisme,
esensialisme dan progresivisme. Pandangan perenialisme,
sekolah bertugas untuk mentransformasikan seluruh nila-inilai yang ada dalam
masyarakat kepada setiap peserta didik, agar peserta didik tidak kehilangan
jati diri dan konteks sosialnya. Esensialisme melihat tugas sekolah
adalah menyeleksi nilai-nilai sosial yang pantas dan berguna untuk
ditransformasikan pada peserta didik
sebagai persiapan bagi perannya di masa depan. Peran sekolah yang lebih maju
ada pada progresivisme yang menempatkan sekolah sebagai agen perubahan (agent
of change) yang tugasnya adalah mengenalkan nila-inilai baru kepada peserta
didik yang akan mengantarkan peran mereka di masa depan.
Menurut Hoy dan Kottnap (dalam Harmanto,
2008 : 7) terdapat sejumlah nilai budaya yang dapat ditransformasikan sekolah
kepada diri setiap peserta didik agar mereka dapat berperan secara aktif dalam
era global yang bercirikan persaingan yang sangat ketat (high
competitiveness), yakni: (1) nilai produktif, (2) nilai berorientasi pada
keunggulan (par excellence), dan (3) kejujuran. Nilai yang berorientasi
pada keunggulan adalah identik dengan motivasi berprestasi seseorang.
Pendidikan tinggi merupakan salah satu pilar
penting yang diharapkan dapat membawa perubahan suatu bangsa. Dunia pendidikan
tinggi tidak hanya dapat menjadi sarana bagi peningkatan sumber daya manusia,
tetapi proses pembelajaran di kampus juga diharapkan menjadi wahana yang sangat
penting untuk merubah pola pikir masyarakat sipil yang demokratis.
Memasuki era globalisasi dengan pasar
terbuka, persaingan global, perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala
bidang, kebutuhab akan nilai-nilai global serta standar internasional menjadi
kebutuhan dari setiap anggota komunitas global.
Tujuan
Pendidikan Global Bagi Pendidik (Hoopes, 1997)
1) Memberikan
pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan (relatisme budaya)
2) Memberikan
pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman
global.
3) Memberikan
pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai
individu, sebagai warga negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara
keseluruhan.
Burbules dan
tores (200) mengemukakan adanya ancaman globalisasi terhadap sistem pendidikan.
Ancaman tersebut di antaranya adalah komersialisai pendidikan, delokalisasi dan
perubahan orientasi teknologi dalam bidang pendidikan.
1.2
Rumusan
masalah
1. Bagaimana
memberdayakan pendidikan yang memiliki keunggulan ?
2. Apa
saja kebijakan strategis yang di lakukan untuk mengembangkan pendidikan ?
3. Bagaimana
mengembangkan mutu madrasah ?
1.3
Tujuan
1.
Dapat menjelaskan
pemberdayakan pendidikan yang memiliki keunggulan ?
2.
Dapat menyebutkan
kebijakan strategis yang di lakukan untuk mengembangkan pendidikan ?
3.
Dapat menyebutkan
mengembangkan mutu madrasa ?
1.4
Manfaat
1. Manfaat
penulisan makalah ini bagi guru untuk menambah wawasan tentang proses perubahan
pendidikan yang memiliki keunggulan global yang sangat meluas.
2. Manfaat
penulisan makalah ini bagi siswa agar dapat mengetahui pendidikan yang global.
1.5
METODE
PENULISAN
Metode
penulisan yang dipakai untuk menyelesaikan makalah ini adalah dengan
menggunakan metode kajian pustaka, yaitu mencari berbagai informasi baik dari
buku literatur, internet, maupun sumber-sumber lainnya yang mendukung dalam
pembuatan makalah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENDIDIKAN UNTUK PEMBERDAYAAN
Pendidikan merupakan proses perubahan
menuju kedewasaan, kecerdasan dan kematangan diri. Kedewasaan dalam hal
perkembangan fisik, cerdas dalam hal jiwa dan matang dalam berpilaku.
Menurut suparlan
suharto (2006:80) melalui pendidikan diharapkan pemberdayaan, kematangan,
kemandirian, serta mutu bangsa secara menyeluruh dapat terwujud.
Pendidikan merupakan
salah satu aspek kehidupan yang bersifat fungsional bagi setiap manusia, dan
memiliki kedudukan strategi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut E. Mulyasa, ada
3 syarat utama yang harus diperhatikan dalam mengembangkan pendidikan agar
mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia. Ketiga
syarat tersebut antara lain tersedianya sarana gedung, buku yang berkualitas,
dan tenaga pendidik yang profesional.
Micro teaching dan team
teaching mempunyai tujuan agung dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru.
Micro teaching menjadi wahana yang efektif dan demonstratif bagi aktualisasi
kompetensi guru dalam aspek pedagogies, sosial, kepribadian, dan profesional. Sedangkan
team teaching berguna dalam mempercepat akselerasi pencerahan intelektualitas,
kapabilitas, emosionalitas, dan spiritualitas. Team teaching akan menjadikan
seseorang piawai dalam manajemen dan kepemimpinan dengan pendekatan humanis,
psikologis, dan sosialis.
Dengan adanya micro
teaching dan team teaching, diharapkan kualitas guru akan terdongkrak, serta
pendidikan di Indonesia bisa melangit dan melampaui pendidikan di negara-negara
lain. Keunggulan yang ingin digapai oleh bangsa indonesia lewat pendidikan tidak
hanya keunggulan regional, tapi juga keunggulan global. Guru menjadi figur
dinamisator dan motivator dalam menggerakkan kemajuan secara terus menerus
kepada anak didik agar mencapai level dunia. Maka, mutu menjadi indikator utama
kebangkitan dunia pendidikan.
Dalam konteks
pendidikan, pengertian mutu mengacu kepada masukan, proses, luaran, dan
dampaknya.
a)
Mutu masukan dilihat
dari beberapa sisi :
1. Kondisi
baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru,
laboran, staf tata usaha, dan siswa.
2. Memenuhi
atau tidaknya kriteria masukan material berupa alat peraga, buku-buku
kurikulum, prasarana, sarana sekolah, dan lain-lain.
3. Memenuhi
atau idaknya kriteria masukan yang berupa perangkat lunak, seperti: peraturan,
stuktur organisasi, deskripsi kerja, dan stuktur organisasi.
4. Mutu
masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti : visi, motivasi,
ketekunan dan cita-cita.
b) Mutu
proses pembelajran mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya manusia
mentrasformasikan multi jenis masukan dan situasi untuk dicapai derajat nillai
tambah tertentu baginpeserta didik. Hal –hal yang termasuk dalam kerangka mutu
adalah : derajat kesehatan, keamanan, disiplin dan lain-lain.
c) Mutu
luaran dapat dilihat dari nilai-nilai hidup yang dianut, moralitas, dorongan
untuk maju dan lain-lain.
d) Mutu sebuah sekolah juga dapat dilihat dari
tertib administrasinya. Salah satu bentuk administrasi adalah adanya mekanisme
kerja yang efektif dan efisien, baik secara vertikal maupun herisontal.
Micro teaching dan team
teaching diharapkan menjadi motor penggerak keunggulan global bagi dunia
pendidikan. Profesionalitas guru yang menjadi tujuan micro taching dan team
teaching diharapkan menjadi kenyataan.
Menurut Tosiko
Kinosita, sebagaimana dikutip oleh Nurkolis, sumber daya manusia Indonesia
masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi.
Penyebabnya adalah karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan
pendidikan sebagai prioritas terpenting.
Tiga alasan untuk memprioritaskan
pendidikan sebagai investasi jangka panjang, yaitu:
1.
Pendidikan adalah alat
untuk perkembangan ekonomi, dan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi.
2. Investasi
pendidikan memberikan nilai balik(rate of return) yang lebih tinggi dari pada
investasi fisik di bidang lain.
3. Investasi
dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi antara lain fungsi sosial kemanusiaan,
politis, budaya, dan kependidikan.
a. Fungsi
sosial kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan
manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.
b. Fungsi
politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada
tingkat sosial yang berbeda.
c. Fungsi
budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkeembangan
budaya pada tingkat sosial yang berbeda.
d. Fungsi
kependidikan merujuk pada sumbangan
pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat
sosial yang berbeda.
2.2
Kebijakan Yang Strategis
Ada 4 kebijakan
strategis yang bisa dilakukan sehubungan dengan pengembangan pendidikan, yaitu:
1.
Perlunya dilakukan
semacam “ujian nasional” bagi semua guru, mulai dari tingkat SD sampai SMA.
2. Perlunya
kebijakan tentang penyebaran guru-guru yang berkualitas.
3. Sebagai
investasi jangka panjang, perlu dilakukan strategi untuk mencari bibit unggul
dalam profesi keguruan.
4.
Pemerintah juga perlu
melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga keguruan di tanah
air, terutama dari segi rekruitmen mahasiswanya.
2.3 Lima Daya Dongkrak Mutu Madrasah
Salah satu model
lembaga pendidikan dinegeri ini adalah madrasah yang identik dengan sekolah
agama. Menurut M. Nurul Hajar, madrasah yang maju berbeda dengan madrasah yang
kurang maju. Perbedaan tersebut merupakan aspek manejemen sumber daya guru,
pemanfaatan guru dan internet, budaya kerja tim(team work), dan pemanfaatan
alat bantu pembelajaran. Lima hal tersebut merupakan daya dongkrak kualitas dan
mutu pendidikan madrasah.
Adapun lima hal yang dapat di terapkan disekolah non madrasah.
1.
Manejemen berbasis visi
Madrasah
yang maju, mempunyai visi dan misi yang jelas bagi pimpinan, staf kantor, dewan
guru, komite madrasah, serta siswa.
2. SDM guru
Perbedaan
madrasah maju dan madrasah tidak maju dapat dilihat dari aspek kualifikasi
guru.
3. Fasilitas
komputer dan internet
Salah
satu daya dongkrak mutu lembaga pendidikan madrasah adalah pemanfaatan komputer
dan internet, yang sekaligus menjadi pembeda antara madrasah yang maju dengan
yang tidak.
4. Team
work
Budaya
team work adalah jawaban untuk menyelesaikan tugas berat pendidikan.
5. Alat
bantu pembelajaran
Beberapa
sarana dan prasarana yang bisa digunakan sebagai alat bantu pembelajaran antara
lain buku, alat peraga, model, perpustakaan, dan laboratorium.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Pendidikan
merupakan proses perubahan menuju kedewasaan, kecerdasan dan kematangan diri.
Kedewasaan dalam hal perkembangan fisik, cerdas dalam hal jiwa dan matang dalam
berpilaku.
Pendidikan
tinggi merupakan salah satu pilar penting yang diharapkan dapat membawa
perubahan suatu bangsa. Dunia pendidikan tinggi tidak hanya dapat menjadi
sarana bagi peningkatan sumber daya manusia, tetapi proses pembelajaran di
kampus.
Keunggulan
yang ingin digapai oleh bangsa indonesia lewat pendidikan tidak hanya
keunggulan regional, tapi juga keunggulan global. Hal utama adalah guru yang
menjadi tombak untuk merealisasikan cita-cita bangsa indonesi dan guru menjadi
figur dinamisator dan motivatot dalam menggerakan kemajuan secara terus,
menerus kepada anak didik agar mencapai level dunia. Jadi, yang berperan
penting untuk majuan pendidikan yang global adalah guru.
3.2
SARAN
Setelah
membaca makalah ini diharapkan pendidikan di indonesia menjadi pendidikan yang
mempunyai kengunggulan global bukan hanya unggul dalam pendidikan nasional
tetapi keunggulan pendidikan internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Argo Dwi Bambang. Melalui pendidikan menjawab tantangan persaingan global.pdf. (di unduh pada tangal 13 maret 2014)
Asmani, Jamal Makmur. 2010. Pengenalan dan pelaksanaan lengkap micro teacing
dan team teacing. Jogyakarta : Diva press
Ratri, Yosita safitri. Prespektif global. Pdf . (di unduh pada
tangal 13 maret 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar