SEJARAH FISIKA
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
PADA TIAP PERIODE
Pendahuluan
Atom didefinisikan sebagai partikel
terkecil dari unsur. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai sifat dan
ukuran yang sama, tetapi berbeda dari atom unsur lain. Dunia sekitar kita
terdiri dari berbagai jenis materi. Materi tersebut dapat mengalami perubahan,
misalnya berkarat, membusuk, terbakar, atau berubah warna. Dalam rangka untuk
menjelaskan hakikat dan perubahan materi, para pemikir masa lalu menduga bahwa
materi terbentuk dari suatu bahan dasar.
Istilah atom pertama kali dikemukakan
oleh filsuf Yunani kuno, Demokritus (460 – 370 SM). Menurut Demokritus jika
suatu materi dibelah maka pembelahan materi akan berakhir pada tingkat dimana
partikel tidak dapat dibelah lagi, yang dinamakan Atom. Namun konsep atom yang dikemukakan oleh Demokritus tidak
didukung oleh eksperimen yang tidak meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima
oleh beberapa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.
Namun, filsuf lain mempunyai pendapat
berbeda. Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa tidak ada yang tak terbagi.
Oleh karena Aristoteles termasuk orang yang sangat berpengaruh pada masa itu,
gagasan tentang atom memudar dan tidak mengalami perkembangan selama
berabad-abad.
A. Perkembangan Model Atom
Definisi awal tentang konsep atom berlangsung > 2000 tahun.
Dulu atom dianggap sebagai bola keras sedangkan sekarang atom dianggap sebagai
awan materi yang kompleks. Dibawah ini akan dipaparkan konsep Yunani tentang
atom:
Ø Pandangan
filosof Yunani Atom adalah Konsep kemampuan untuk dipecah yg tiada berakhir
Ø Leucippus (Abad
ke-5 SM) Ada batas kemampuan untuk dibagi, sehingga harus ada bagian yang tidak
dapat dibagi lagi
Ø Democritus (380-470
SM) A: tidak, tomos: dibagi. Jadi atom adalah partikel yang tidak dapat
dibagi lagi. Atom setiap unsur memilki bentuk & ukuran yang berbeda.
Ø Lucretius
Sifat atom suatu bahan dalam “ On the Nature of Things
B. Perkembangan Model Atom Secara Ilmiah
Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John
Dalton (1805), kemudian dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911) dan
disempurnakan oleh Bohr (1914). Setelah model atom Bohr, Heisenberg
mengajukan model atom yang lebih dikenal dengan model atom mekanika gelombang
atau model atom modern.
Hasil eksperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilkan
gambaran mengenai susunan partikel-partikel tersebut di dalam atom. Gambaran
ini berfungsi untuk memudahkan dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom.
Gambaran susunan partikel-partikel dasar dalam atom disebut model atom.
TEORI PERKEMBANGAN ATOM
1.
Model
atom John Dalton
Pada
tahun 1803 ilmuan Inggris yang menghidupkan
kembali gagasan mengenai atom Democritus. John Dalton mengemukakan mengemukakan
pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu
hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts).
Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama
dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Model Dalton menaruh perhatian utamanya pada
sifat kimia atom, yaitu bagaimana atom membentuk senyawa, daripada mencoba
untuk menjelaskan sifat fisika atom.
Konsep
utama dari model Dalton adalah sebagai berikut:
1.
Sebuah
elemen terdiri dari partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi
disebut atom.
2.
Semua
atom dari elemen tertentu memiliki karakteristik yang identik, yang membedakan
mereka dengan atom elemen lain.
3.
Atom
tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, atau diubah menjadi atom dari elemen lain.
4.
Senyawa
terbentuk ketika atom-atom elemen yang berbeda bergabung satu sama lain dalam
sebuah rasio tertentu.
5.
Jumlah
dan jenis atom tersebut adalah konstan dalam senyawa tertentu.
Poin
pertama dari teori Dalton berhubungan dengan pengertian orang Yunani tentang
atom, yaitu sebuah unit kecil yang bekerja bersama atom lain untuk membentuk
senyawa yang lebih besar. Dalton juga mampu untuk memahami tentang adanya sifat
elemen yang berbeda-beda dapat dijelaskan dengan bukti adanya berbagai macam
atom, yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Poin
ke-3 dari model Dalton menunjukkan bahwa atom tidak dapat diubah dengan cara
kimia. Ini ditunjukkan dengan bagaimana garam dapat diambil walaupun telah
larut dalam air.
Poin ke-4 dan ke-5 mendeskripsikan bagaimana
atom-atom dapat membentuk senyawa kimia. Konsep-konsep ini secara tepat menjelaskan
cara pembentukan senyawa, dan masih digunakan hingga sekarang. Model Dalton,
sebagai contoh, dapat menjelaskan bahwa air merupakan senyawa yang berbeda
(dengan sifat dan ciri yang berbeda) dari hidrogen hidroksida karena memiliki 1
atom hidrogen lebih sedikit dalam tiap senyawanya daripada yang dimiliki
hidrogen hidroksida. Walaupun teori Dalton cukup untuk menjelaskan keberadaan
atom, namun struktur atom masih belum dijelaskan dan alasan mengapa elemen yang
berbeda memiliki sifat dan ciri yang berbeda masih belum terjawab.
Kelebihan model/teori atom John Dalton:
ü Dapat
menerangkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap
(Proust).
Kelemahan model/teori atom John
Dalton:
ü Ada
partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel subatom.
ü Tidak
dapat Menerangkan sifat listrik atom.
2. Joseph John Thomson
Pada awal
1900an, J.J. Thomson mengusulkan model atom baru yang mengikutkan keberadaan
partikel elektron dan proton. Karena eksperimen menunjukkan proton memiliki
massa yang jauh lebih besar dibandingkan elektron, maka model Thomson
menggambarkan atom sebagai proton tunggal yang besar. Di dalam partikel
proton, Thomson memasukkan elektron yang menetralkan adanya muatan positif
dari proton. Menurut Thomson, atom terdiri dari suatu bulatan bermuatan
positif dengan rapat muatan yang merata. Di dalam muatan positif ini tersebar
elektron dengan muatan negatif yang besarnya sama dengan muatan positif. Cara
yang populer untuk menggambarkan model ini adalah dengan menganggap elektron
sebagai kismis (plumb) di dalam kue puding proton, sehingga model ini diberi
nama model kue kismis (plumb-pudding model).
Walaupun model atom Thomson adalah yang pertama
yang memasukkan konsep adanya proton dan elektron yang bermuatan, model
Thomson tidak mampu melewati pengamatan pada eksperimen-eksperimen
berikutnya. Sebagai catatan, proton yang digunakan dalam model Thomson ini
bukanlah partikel proton yang ditemukan di model yang lebih modern. Bahkan
sesungguhnya dapat dikatakan model Thomson tidak memiliki proton, namun
sebuah sel bermuatan positif.
Pengaruh model atom Dalton dapat dilihat dengan
jelas pada model Thomson. Dalton berspekulasi bahwa atom adalah benda padat,
dan Thomson mendukung gagasan ini dalam modelnya dengan mengelompokkan
elektron dan proton bersama-sama.
Kelebihan model/teori atom Joseph John Thompson:
Kelemahan model/teori
atom Joseph John Thomson:
ü Tidak dapat menerangkan
efek penghamburan cahaya pada lempeng tipis emas.
3. Model Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang
muridnya (Hans Geiger dan Erners Masreden) telah ditemukan adanya partikel
alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya
tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas.
Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan
untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan
bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau
dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel
alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel
alfa diteruskan (ada penyimpangan melakukan percobaan yang dikenal dengan
hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya sudut kurang
dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara
20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang
terjadi, diperoleh beberapa kesmipulan beberapa berikut:
ü
Atom bukan merupakan
bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
ü
Jika lempeng emas
tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas
terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
ü
Partikel tersebut
merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1
dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000
merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira
10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan
Berdasarkan
fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan
model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa
Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa
didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat
partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak Model atom
Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:
Ø Kelebihan
o Membuat
hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi
inti
Ø Kelemahan
o Tidak
dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai
pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan
lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah
seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan
ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di atas kepala Anda. Apa
yang terjadi?
Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan
dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang
tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan
elektron yang nanti disebut dengan kulit.
|
4.
Model atom Neils bohr
Pada tahun
1913 pakar
fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui
percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Niels Bohr
mencoba menjelaskan model atom Bohr melalui konsep elektron yang mengikuti
orbit mengelilingi inti atom yang mengandung proton dan neutron.
Menurut
Bohr, hanya terdapat orbit dalam jumlah tertentu, dan perbedaan antar orbit
satu dengan yang lain adalah jarak orbit dari inti atom. Keberadaan elektron
baik di orbit yang rendah maupun yang tinggi sepenuhnya tergantung oleh
tingkatan energi elektron. Sehingga elektron di orbit yang rendah akan memiliki
energi yang lebih kecil daripada elektron di orbit yang lebih tinggi.
Bohr
menghubungkan elektron yang mengorbit dan pengamatan terhadap spektrum gas
melalui sebuah pemikiran bahwa sejumlah energi yang dikandung dalam elektron
dapat berubah, dan karena itu elektron dapat mengubah orbitnya tergantung dari
perubahan energinya. Dalam situasi pemakaian arus listrik melewati gas
bertekanan rendah, elektron menjadi de-eksitasi dan berpindah ke orbit yang
lebih rendah. Dalam perubahan ini, elektron kehilangan sejumlah energi yang
merupakan perbedaan tingkat energi kedua orbit.
Energi yang
dipancarkan ini dapat dilihat dalam bentuk sebuah photon cahaya yang panjang
gelombangnya berdasar pada perbedaan tingkat energi kedua orbit.
Secara ringkas, Bohr mengemukakan:
Secara ringkas, Bohr mengemukakan:
a.
Elektron dalam atom bergerak
mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu, tidak memancarkan energi.
Lintasan-lintasan elektron itu disebut kulit atau tingkat energi elektron.
b.
Elektron
hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain.
Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan
persamaan planck, ΔE = hv.
c.
Perpindahan elektron dari tingkat
energi tinggi ke rendah disertai pemancaran energi. Sedang perpindahan elektron
dari tingkat energi rendah ke tinggi disertai penyerapan energi.
d.
Elektron yang bergerak pada
lintasannya berada pada keadaan stasioner, artinya elektron tidak memancarkan
atau menyerap energi.
Walaupun model atom Bohr cukup untuk memodelkan spektrum hidrogen, model ini terbukti tidak cukup untuk memprediksikan spektrum elemen yang lebih kompleks
Walaupun model atom Bohr cukup untuk memodelkan spektrum hidrogen, model ini terbukti tidak cukup untuk memprediksikan spektrum elemen yang lebih kompleks
·
Kelemahan:
ü Tidak dapat menjelaskan
atom berelektron banyak.
Model
atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
·
Kelebihan
model
ü Menjawab kesulitan teori
atom Rutherford
|
Model Atom Niels Bohr
|
|
5. Teori Atom
Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin
Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner
Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip
ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum
suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah
kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan keboleh jadian
untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital
dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu
persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas
kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini
disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku
sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat
kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron.
Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan
membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan
demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari
beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya
belum tentu sama.
Ciri khas model atom mekanika gelombang
1. Gerakan
elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak
stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi
gelombang yang disebut orbital. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada
harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital
dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
2. Posisi
elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang
pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.
Teori teori pendukung teori atom
modern.
ü
siafat gelombang sebagai partikel
(dari hokum snelius).
ü
dualisme elektron.
ü
asas ketidakpastian Heisenberg
Prinsip ketidakpastian Heisenberg menunjukkan bahwa
kita tidak dapat mengetahui secara pasti di mana elektron itu berada dan ke
arah mana elektron itu bergerak. Hal ini membuat kita tidak mungkin
menggambarkan secara tepat jalur atau orbit dari elektron yang mengelilingi
nukleus. Tetapi ada suatu cara lain yang bisa diterima untuk menggambarkan
pergerakan elektron-elektron di sekitar nukleus.
A.
teori radiasi benda hitam.
Dalam
laboratorium, benda yang paling mendekati radiasi benda hitam adalah radiasi
dari sebuah lubang kecil pada sebuah rongga. Cahaya apa pun yang memasuki
lubang ini akan dipantulkan dan energinya diserap oleh dindingdinding rongga
berulang kali, tanpa mempedulikan bahan dinding dan panjang gelombang radiasi
yang masuk (selama panjang gelombang tersebut lebih kecil dibandingkan dengan
diameter lubang).
Lubang ini
(bukan rongganya) adalah pendekatan dari sebuah benda hitam. Jika rongga
dipanaskan, spektrum yang dipancarkan lubang akan merupakan spektrum kontinu
dan tidak bergantung pada bahan pembuat rongga. Pancaran radiasinya mengikuti
suatu kurva umum (lihat gambar). Berdasarkan hukum radiasi termal dari
Kirchhoff kurva ini hanya bergantung pada suhu dinding rongga, dan setiap
benda hitam akan mengikuti kurva ini.
Spektrum
yang teramati tidak dapat dijelaskan dengan teori elektromagnetik klasik dan
mekanika statistik. Teori ini meramalkan intensitasi yang tinggi pada panjang
gelombang rendah (yaitu, frekuensi tinggi); suatu ramalan yang dikenal
sebagai bencana ultraungu.
Masalah teoretis ini dipecahkan oleh Max Planck, yang menganggap bahwa radiasi elektromagnetik dapat merambat hanya dalam paket-paket, atau kuanta (lihat bencana ultraungu untuk rinciannya). Gagasan ini belakangan digunakan oleh Einstein untuk menjelaskan efek fotolistrik. Perkembangan teoretis ini akhirnya menyebabkan digantikannya teori elektromagnetik klasik dengan mekanika kuantum. Saat ini, paket-paket tersebut disebut foton. |
|
|
DAFTAR PUSTAKA
http://kunhadi.blogspot.com/2009/12/perkembangan-teori-atom-dan-mekanika.html ( di unduh pada
tanggal 16 oktober 2013)
http://www.ilmukimia.info/2013/02/perkembangan-teori-atom.html ( di unduh pada tanggal 16 oktober 2013)
Terimakasih sangat membantu ^_^
BalasHapus